Bali Kembali Diterjang Air: Sungai Meluap, Vila-vila Mewah Ikut Terendam!

by -96 Views

Denpasar, Bali — Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Senin malam, 15 September 2025, memicu luapan sungai di beberapa kawasan, merendam vila-vila mewah hingga menyebabkan wisatawan dievakuasi. Tak hanya pemukiman penduduk biasa, kawasan wisata seperti Berawa dan Canggu menjadi pusat dampak banjir terparah.


Penyebab Banjir: Sungai Meluap & Drainase Tersumbat

Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana, menjelaskan bahwa sungai di kawasan Berawa, tepatnya Desa Tibubeneng, mengalami kenaikan debit secara drastis akibat hujan terus menerus selama beberapa jam. Luapan sungai kemudian meluber ke jalan dan pemukiman sekitar, terutama ke Gang Sri Kahyangan.

Drainase di beberapa vila disebut tidak memadai dan adanya saluran irigasi yang seharusnya mengalir ke sungai tak mampu menahan volume air yang besar. Saluran sering kali tersumbat sampah yang terbawa arus.


Dampak ke Vila-Mewah & Wisatawan

Sebanyak 16 vila di kawasan Gang Sri Kahyangan, Berawa, Tibubeneng, Badung, terendam banjir. Tinggi air mencapai sekitar 75 sentimeter di dalam vila-vila, hampir setinggi pinggang orang dewasa.

Para wisatawan di vila-vila tersebut dievakuasi. Beberapa memilih pindah ke hotel yang lebih tinggi dan aman dari risiko banjir.

Selain vila, fasilitas pendukung pariwisata juga terdampak: delapan sepeda motor dan satu mobil milik vila ikut terendam. Pompa air di beberapa vila juga rusak atau terendam.


Wilayah Terparah & Kondisi Terkini

  • Berawa (Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung) menjadi zona paling parah. Jalan-jalan utama seperti Jalan Sri Kayangan mengalami genangan berat.

  • Canggu juga ikut terdampak, khususnya Jalan Pantai Batu Bolong dan shortcut Canggu-Tibubeneng.

  • Di sisi lain, di Kelurahan Kerobokan Kaja, Sungai Yeh Poh mencatat peningkatan air, meskipun kondisi saat ini sudah mulai membaik dan air perlahan surut. Warga dan petugas melakukan pembersihan sampah di sungai dan pemukiman.


Korban & Kerugian

  • Kejadian ini belum mencatat korban jiwa terkini dari vila-vila di Berawa, namun kerugian material cukup besar. Vila, kendaraan, dan fasilitas vila rusak akibat terendam.

  • Wisatawan merasakan dampaknya langsung: kenyamanan terganggu, perpindahan mendadak ke hotel lain, hingga pengalaman wisata yang seharusnya santai berubah jadi penuh was-was.

  • Aktivitas warga lokal juga terganggu: akses jalan tergenang, beberapa kendaraan mogok, aktivitas perdagangan dan layanan umum terhambat.


Tindakan Penanggulangan & Respons Pemerintah

  • Petugas dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Badung dikerahkan, termasuk penggunaan pompa sedot air untuk mempercepat surutnya genangan di kawasan Berawa.

  • Gotong royong warga bersama petugas dimulai di beberapa titik: membuka saluran tersumbat, membersihkan sampah, dan memulihkan akses jalan.

  • Peringatan dini cuaca dikeluarkan oleh BMKG Wilayah III Denpasar: potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi beberapa hari ke depan.

  • Pemerintah daerah mempertimbangkan langkah-langkah mitigasi jangka panjang seperti normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur drainase.


Masalah Struktural: Kenapa Bali Bisa Tergenang Lagi?

  1. Pertumbuhan konstruksi di area pariwisata yang sangat cepat. Banyak vila, hotel, kafe dibangun di tanah yang sebelumnya sebagai lahan resapan. Perubahan fungsi lahan ini mengurangi kemampuan tanah menyerap air hujan.

  2. Saluran air dan sungai yang kurang terawat. Sungai dengan kapasitas yang sempit dan dangkal, serta saluran drainase yang tersumbat sampah, memperparah efek luapan air ketika hujan deras.

  3. Cuaca ekstrem yang tidak biasa. Intensitas hujan yang tinggi di luar prediksi dan musim hujan memperpendek waktu jeda bagi sistem drainase untuk pulih.


Harapan & Rekomendasi Warga

  • Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan rutin melakukan pembersihan saluran air agar tidak terjadi penyumbatan.

  • Dibutuhkan sinkronisasi antar instansi (pemda, kebersihan kota, pariwisata) agar penanganan banjir bisa lebih cepat dan efektif.

  • Untuk pelaku wisata seperti pemilik vila dan hotel: penting mencermati desain bangunan dengan mempertimbangkan risiko banjir—misalnya lantai dasar lebih tinggi, menggunakan material yang tahan air, dan memperhatikan posisi saluran air.

  • Masyarakat juga diimbau aktif dalam melaporkan saluran air tersumbat atau tanggul yang rusak agar segera diperbaiki.


Kesimpulan: Tantangan & Peluang Perbaikan

Bali, khususnya kawasan wisata elit seperti Canggu dan Berawa, kembali menghadapi banjir akibat kombinasi hujan ekstrem, sungai meluap, dan infrastruktur yang belum siap sepenuhnya. Dampaknya nyata: vila-vila mewah ikut terendam dan wisatawan terganggu, selain warga lokal yang kehilangan aktivitas normal.

Namun dari krisis ini muncul peluang memperkuat kesiapsiagaan Bali terhadap banjir musim hujan. Upaya seperti normalisasi sungai, drainase yang lebih baik, dan pembangunan ramah lingkungan bisa jadi kunci agar kejadian sejenis tidak terus berulang. Pariwisata Bali sangat tergantung dari citra aman dan nyaman—membereskan masalah banjir bukan hanya soal menyelamatkan properti, melainkan menjaga reputasi wilayah sebagai destinasi dunia.

Baca Juga  Membeli Template Blog Kompi Minimalis AMP di Kompi Ajaib Tidak Ada Ruginya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.