Canggu & Berawa Diserbu Banjir Lagi – Wisatawan Dievakuasi Pakai Ban Seadanya

by -86 Views

Canggu, Bali – Hujan deras yang mengguyur wilayah Badung dan sekitarnya kembali menimbulkan bencana banjir di kawasan Canggu dan Berawa. Peristiwa ini membuat ratusan warga dan wisatawan asing panik karena air yang tiba-tiba meluap hingga setinggi pinggang. Lebih parahnya lagi, evakuasi terpaksa dilakukan dengan peralatan seadanya, bahkan menggunakan ban mobil bekas untuk menyeberangkan wisatawan yang terjebak.


Kronologi Banjir di Canggu & Berawa

Banjir mulai terjadi pada dini hari setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Debit air Sungai Yeh Poh dan beberapa saluran drainase yang tidak mampu menampung aliran deras membuat air meluap ke jalan raya. Akses menuju Berawa hingga Jalan Batu Bolong lumpuh total, kendaraan tidak bisa lewat, dan warga harus mencari jalur alternatif.

Beberapa vila di kawasan Canggu ikut terendam. Wisatawan asing yang tengah menginap di vila-vila mewah terpaksa dievakuasi karena air terus naik. Sebagian besar dievakuasi ke jalan utama menggunakan ban mobil bekas yang dijadikan pelampung darurat oleh warga sekitar.


Dampak Terhadap Wisatawan

Kawasan Canggu dan Berawa dikenal sebagai pusat wisata surfing, kuliner, dan gaya hidup di Bali. Banjir ini membuat ratusan wisatawan terjebak di vila, kafe, dan hotel. Video evakuasi wisatawan asing menggunakan ban bekas sempat viral di media sosial dan menjadi sorotan internasional.

Beberapa wisatawan memilih meninggalkan Bali lebih awal karena trauma dengan kondisi banjir yang semakin sering terjadi. Hal ini menjadi tamparan keras bagi citra pariwisata Bali yang baru saja bangkit pasca pandemi.


Kerugian Materiil

Selain wisatawan yang terdampak, banjir ini juga mengakibatkan kerugian besar:

  • Puluhan vila dan hotel di Canggu-Brawa terendam.

  • Ratusan kendaraan rusak karena terendam air.

  • Kafe dan restoran populer terpaksa tutup sementara.

  • Akses jalan utama menuju Pantai Batu Bolong dan Berawa lumpuh total.

Baca Juga  Cara mendapatkan 500 Token BUCC dari Coinsuper.shop

Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah, belum termasuk kerugian tidak langsung dari penurunan kunjungan wisatawan.


Penyebab Banjir

Fenomena banjir di Canggu dan Berawa bukanlah yang pertama. Ada beberapa faktor utama yang memicu terjadinya bencana ini:

  1. Curah hujan ekstrem – BMKG mencatat curah hujan sangat tinggi dalam waktu singkat.

  2. Drainase tidak memadai – Saluran air di kawasan Canggu tidak sebanding dengan pembangunan masif.

  3. Alih fungsi lahan – Sawah dan lahan resapan banyak berubah menjadi vila, hotel, dan kafe.

  4. Sampah di saluran air – Sampah plastik menumpuk sehingga memperparah luapan air.


Respons Pemerintah & Evakuasi

Pemerintah Kabupaten Badung bersama BPBD dan tim SAR langsung turun ke lokasi banjir. Posko darurat didirikan di sekitar Jalan Pantai Berawa. Evakuasi wisatawan dilakukan dengan bantuan perahu karet, namun karena jumlah terbatas, warga menggunakan ban bekas sebagai alternatif.

Gubernur Bali menyatakan bahwa normalisasi sungai dan evaluasi tata ruang di kawasan wisata harus segera dilakukan. Pemerintah juga meminta pengusaha vila dan hotel berkontribusi dalam perbaikan sistem drainase.


Suara Warga Lokal

Bagi warga lokal, banjir di Canggu sudah bukan hal baru. Namun kali ini lebih parah dari biasanya. “Setiap hujan deras, jalan selalu banjir. Tapi sekarang lebih parah, air sampai masuk rumah,” ujar Ketut, warga Berawa.

Sementara itu, pemilik kafe di Batu Bolong mengaku mengalami kerugian karena peralatan elektronik rusak akibat terendam. “Kami baru saja recovery pasca pandemi, sekarang kena banjir lagi,” ujarnya.


Tantangan Sektor Pariwisata

Canggu dikenal sebagai magnet wisatawan asing, terutama digital nomad dan surfer. Namun, banjir berulang ini bisa menggerus kepercayaan wisatawan. Banyak pengunjung mulai mempertanyakan kesiapan Bali menghadapi bencana, apalagi dengan citra sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Baca Juga  Tutorial Deface Dengan Cara Timthumb RCE

Solusi & Harapan

Untuk mencegah banjir serupa terulang, beberapa langkah harus segera diambil:

  • Normalisasi sungai dan drainase di kawasan wisata.

  • Pengendalian pembangunan di area resapan air.

  • Edukasi masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

  • Kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha wisata untuk membangun sistem drainase terpadu.

Dengan langkah nyata, banjir di Canggu dan Berawa bisa ditekan sehingga tidak lagi mengganggu warga dan wisatawan.


Kesimpulan

Banjir di Canggu dan Berawa yang memaksa evakuasi wisatawan menggunakan ban bekas menjadi bukti nyata bahwa masalah tata ruang dan drainase di Bali semakin mendesak untuk diselesaikan. Jika tidak, citra pariwisata Bali akan terus terancam dan masyarakat lokal pun akan selalu menjadi korban.

Tragedi ini seharusnya menjadi momentum bersama untuk memperbaiki sistem lingkungan dan tata ruang demi masa depan Bali yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.